Chapter 30

1280 Words

Agusta POV Aku terbangun di rumah Marvis, dalam keadaan nyaris telanjang ditindih oleh kelinci jalang itu. "Eh, induk setan sudah bangun," ucapnya centil tanpa rasa bersalah sama sekali. Sementara di sudut ruangan Elanor tengah menyeduh teh dengan santainya. "Elanor, mainanmu mencoba menyerangku dan kamu hanya diam bermain dengan daun teh bodoh itu?" ucapku sinis. Perhatiannya langsung tertuju padaku. Tanpa belas kasihan, Elanor memberikan perintah ke Marvis. "Bungkam mulutnya, Marv!!" "Oke Ella sayang~," balas Marvis sambil mengambil sebuah bola karet. "Hentikan Marvis," ancamku, menatap jijik ke bola karet mainan anjing itu. Namun Marvis tidak peduli, dia terlalu patuh pada majikannya Elanor. "Maafkan aku, Agusta. Aku tidak mau dijadikan uke, jadi induk setan jadi anak baik saja ya!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD