Elena tak bisa diam tangannya saling bertahut dengan rasa gugup di hatinya. Kedua tangan Elena tak berhenti bergerak, meremas untuk menghindari kegugupannya. Kini ia sudah siap, 30 menit lagi ia akan segera naik ke Altar. Hera masuk ke dalam ruangan Elena. Ia tersenyum melihat kecemasan di wajah wanita itu dengan geli. Ia berjalan mendekatinya yang tengah terduduk di depan meja riasnya. Hera membetulkan gaun Elena di bagian belakangnya, membuat gadis itu melirik ke arahnya dan tersenyum. "kau gugup?"tanya Hera yang kini menarik kursi untuk duduk di hadapan Elena yang memutar tubuh ke arahnya. "hah! Ya,"ucapnya kelewat cepat yang lagi-lagi membuat Hera terkekeh geli. "aku benar-benar gugup. Sangat gugup"desah Elena frustasi. Hera terkekeh mendengarnya. Elena memang terlihat begitu gu

