HARI-HARI berlalu seperti biasa. Tidak ada hal istimewa yang dijalani Rissa sebagaimana kehidupan normalnya sebagai pelajar dan remaja biasa. Belajar, les, latihan karate, hangout bareng sohib-sohibnya, dan ... sabar lahir batin menghadapi Kenzie. Yah, sepertinya Rissa memang dituntut untuk mulai terbiasa dengan daftar centang barunya itu. Anehnya, terlepas dari semua ulahnya yang selalu membuat Rissa kesal setengah mati, ada saat di mana ia benar-benar tidak bisa membenci Kenzie. Ibarat layang-layang, suatu waktu Kenzie bisa membuatnya terbang melayang-layang tenang di udara. Namun, di suatu waktu yang lain, cowok itu juga bisa membuatnya jungkir balik, tersangkut oleh semua ulah tengilnya. Cowok itu tak pernah bisa tertebak dan selalu penuh kejutan. Kenapa Rissa merasa cowok itu tela

