Cinta dan Benci Sewajarnya

2506 Words

BEL istirahat baru saja berbunyi. Kebanyakan anak biasa berjejal di kantin yang memang selalu jauh dari kata sepi pengunjung, kecuali pada saat KBM tengah berlangsung. Jam istirahat itu pun tak luput dimanfaatkan Rissa, Rumaisha, dan Kinar untuk segera menyerbu meja kantin di urutan tengah yang mereka temukan kosong. "Tumben Juki nggak ikut gabung sama kita," ujar Rumaisha sekembalinya memesan siomay. "Tahu tuh si Kecap Asin. Mentang-mentang udah ditraktir Kenzie, sekarang dia lupain kita. Biasanya dia kan larinya ke kita kalau mau yang gratisan," cibir Kinar sambil menuangkan sambal ke dalam mangkuk mi ayamnya. Rumaisha menoleh sekilas ke tempat di mana beberapa cowok teman sekelasnya tengah nongkrong sambil asyik berkelakar, hingga membuat meja yang mereka tempati terlihat paling r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD