Masa lalu ada bukan untuk disesali Melainkan untuk menjadi pembelajaran berarti Bila ada yang pergi tak ingin kembali Biarkan, ikhlaskan, lalu buka hati lagi ... *** Malam ini Gibran menemui ibunya di rumah besar kediaman keluarga utama Rakabumi untuk makan malam. Ia akhirnya ketahuan pulang diam-diam dari Singapura tanpa sepengetahuan sang ibunda. Rahayu tahu putra sulungnya sudah kembali ke Indonesia setelah mendapat kabar dari rekan bisnisnya. Tentu saja ia mengomel panjang lebar ketika menghubungi anaknya. Bahkan sampai di rumah pun Gibran tak lepas dari ceramahan beruntun. Rasanya ia lebih senang mendengar suara bising kereta api melaju di atas rel, atau burung berkicau petang hari, daripada menerima ocehan Rahayu yang sulit menemui ujung. "Aduh! Pusing Bunda! Punya anak sem

