chapter 52

1010 Words

Waktu terus bergerak tanpa bisa berhenti seperti yang kita inginkan. Perasaan yang kita rasakan tidak akan merubah waktu. Semua akan tetap pada pergerakkannya. Dan semua pada tetap dengan perasaannya. Lovita berusaha menyibukkan dirinya dengan tumpukan pekerjaan. Memperhatikan bagian produksi dan memperbaiki setiap kesalahan, mencuri-curi waktu dengan menggambar desain atau merapikan data yang akan dibuatnya untuk acaranya nanti.   Setiap kali tangannya berhenti atau kepalanya berhenti untuk bekerja. Dia seakan mengingat kejadian saat di restoran beberapa hari lalu. Dan semua seperti mimpi buruk baginya. Awalnya dia pikir Aldian akan memulai kehidupannya yang baru bersamanya dan anak-anak mereka. Tapi semuanya seakan menjadi mimpi untuknya. Bahkan sepanjang perjalanan mereka dari hotel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD