Aku sudah berpikir dan memutuskan untuk meninggalkan Rama. Kurasa Ibunya memang benar. Gadis dengan masa lalu kelam dan status sosial yang rendah ini memang tidak pantas untuk pengacara sukses seperti Rama. “Kamu bodoh, Kirana!” caci Lira kesal. “Kali ini, Kira, kupikir Lira benar!” kata Gadis menambahi. Aku menggeleng pada kedua alterku. Selama ini, aku hampir tidak pernah berselisih pendapat dengan mereka. Tapi sekarang, kami berbeda pendapat. “Dia berhak mendapatkan yang lebih baik!” kataku mantap. “Dia itu cinta mati padamu!” kata Lira berusaha mempengaruhiku. “Dia akan melupakanku dengan cepat!” balasku cepat. “Katakan saja kapan aku harus menghabisinya!” tambah Tony yang muncul tiba-tiba. “Astaga, Tony, kalau kau sampai melakukannya, aku ak

