Chapter 15 : KETAHUAN!

2999 Words

"Pagi Fabian." Ranty menyapa laki-laki yang sudah berada di depan divisi nya, Fabian tersenyum dan menyodorkan Ranty sebuah kopi yang barusan dia beli di kafe. Ranty tersenyum, "Terimakasih Fabian, seharusnya kamu nggak perlu sampai segini nya, saya jadi nggak enak." Ujar Ranty dan laki-laki itu hanya tersenyum. "Sebagai teman kamu, saya harus mendukung apapun yang kamu lakukan. Nah salah satu contohnya ini, menyemangati kamu dengan kopi yang kamu suka." Ujar Fabian dan Ranty langsung tertawa dia meletakkan tas nya dan duduk di tampat nya. "Gimana di Divisi A? Enak nggak? Saya denger gosip kalau CEO nya tuh bener-bener nyebelin, saya sih ya nggak perduli ya mereka mau ngomong apa," Ujar Ranty lalu menyeruput kopinya. "Tapi, setelah CEO itu kasih Divisi saya banyak banget k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD