❤●♥●♥●❤ Pagi itu terasa begitu teduh karena sejak pagi diguyur gerimis tipis. Semakin membuat hanyut perasaan Aruna yang harus meninggalkan Padang, kota yang telah membuatnya jatuh hati, kota dengan banyak kenangan yang selalu membuatnya tersenyum ceria. Selesai memasukkan semua barangnya kedalam bagasi, ia segera menyusul Wita dan Selly yang sudah terlebih dahulu masuk mobil yang menjemputnya menuju bandara. Tepat setelah memasang seat belt dengan benar ia merasakan getaran ponsel dari dalam tasnya. Tak butuh waktu lama tangan Aruna lincah meraba hingga dasar Tote bag, mencari benda pipih yang bergetar dengan nada panggilan khusus dari keluarga di Malang. "Assalamu'alaikum, nggih (iya) buk" sapanya setelah menggeser tombol hijau "Wa'alaikumsalam Nana, sudah berangkat nduk (*panggilan

