62~ Butuh Waktu

1528 Words

❤●♥●♥●❤ Begitu sadar dipagi harinya, nama yang dipanggil pertama kali oleh pak Hilman adalah putri keduanya. Aruna. Membuat Rania saat itu berkeliling rumah sakit mencari Aruna, kakaknya. Setelah menemukan kalanya sedang antri bubur ayam di sekitaran tempat parkir. Aruna berlari sekencang-kencangnya untuk bisa segera bertemu dengan sang ayah. Aruna mematung sejenak diambang pintu saat melihat Ical membantu ayahnya berbaring dan merapikan baju atasnya. Pak Hilman tak punya anak laki-laki, wajar jika dia sangat sangat dekat dengan Ical keponakan. Bahkan disaat-saat sakit seperti ini beliau risih jika harus dirawat oleh putri-putrinya. Alhasil hanya sang ibu dan Ical lah yang kerap kali menjadi perawat pribadinya. "Pak.." Desis Aruna membuat mereka berdua menoleh seketika. Gadis itu berg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD