Hari berganti hari, bulan telah berganti bulan dan tak terasa kini kehamilan Zara sudah memasuki usia enam bulan. Perutnya semakin besar dan gerakan bayi dalam rahimnya pun sudah semakin kencang. Zara selalu tersenyum ketika mahluk kecil itu menggeliat dan berhasil membuatnya meringis. Dialah yang memberikan kekuatan untuk Zara hingga sampai di titik ini. Perasaan sedih, sakit, dan terluka sudah Ia kesampingkan demi pertumbuhan si kecil dalam rahimnya. Walaupun begitu, tak putus Zara berdoa untuk kehidupan rumah tangganya. Ia berharap rumah tanganya bisa kembali utuh seperti sedia kala. “Mba Ratih, tisu di meja yang paling ujung habis, minta tolong diisi lagi ya Mba…” pinta Zara. “Oh, iya Mba…” jawab mba Ratih yang dengan cekatan mengambil tisu dari dalam lemari dan menambahkannya di t

