Yuri masih diam di ujung lorong tak jauh dari di mana ruangannya berada. Gadis itu masih asyik mengamati kakaknya yang sedang berada di momen yang tidak pernah Yuri lihat sebelumnya; bersikap lemah lembut di depan seorang perempuan. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul di kepala Yuri. Ia terlihat resah di persembunyiannya, tak sabar ingin segera mengutarakan pertanyaan-pertanyaan yang makin lama makin banyak pada Kojiro. Kenapa gadis berkerudung itu terlihat begitu antusias? Kupikir dia gadis yang pendiam, batin Yuri. “Yuri,” panggil Kojiro tiba-tiba sebelum Nameera bisa mengungkapkan apa yang ingin dibicarakannya dengan pria itu. Yuri terjingkat dari tempatnya, bahkan mundur selangkah. Nameera pun mengedarkan pandangan ke sekitar saat Kojiro tak menatap ke arah mana pun s

