Chapter 34

2574 Words

    Suara helikopter terdenagr samar-samar dari kejauhan di atas langit malam. Suara itu makin lama makin terdengar keras dan jelas. Udara di sekitar Yuri mulai berderu-deru, bertiup keras, membuat rambut hitamnya menari bersama angin. Matanya yang bulat, membiaskan cahaya rembulan yang berpendar di atas kepalanya. Air mata menggenang di sana, dengan pandangan yang tertuju pada satu titik. Pria jangkung berambut pirang di hadapannya.     “Kenapa kau melakukan semua ini, Neil?” tanya Yuri lirih hampir menangis.     Pria yang berdiri di hadapannya itu tidak baik-baik saja. Yuri melihat sebelah kakinya terluka. Itu tidak salah lagi adalah luka tembakan. Menggerakkannya saja pasti sudah sakit minta ampun. Yuri tak mengerti kenapa Neil memaksakan dirinya sampai seperti itu untuk sampai ke at

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD