Saat Diana di dalam lift. Lagi-lagi, ia bertemu dengan Dokter Firdaus. Ikutkan hati, ingin rasanya ia keluar agar tak berduan dengan mantan pacarnya itu. Tapi, saat ia akan melangkah keluar, pria itu sudah terlebih dulu mewanti-wantinya agar tetap berada di tempat di mana dia berdiri saat ini. Lift yang hanya berapa detik tiba di lantai bawah terasa berjam-jam lamanya. Diana mencoba tak memperdulikan tatapan mata dari Dokter Firdaus yang terus mengarah ke arahnya dengan bermain ponsel. Hingga.. “Beberapa hari lagi, saya akan berangkat pulang.. Tawaran saya hari itu masih berlaku, Di.. Siapa tau, kamu berubah fikiran.” Dokter Firdaus tiba-tiba berbicara kepadanya. Seketika Diana mengangkat kepala dan melihat ke arah pria tepat dihadapannya. “Berulang kali saya katakan dan jawabannya ju

