Semilir angin yang bertiup, deburan ombak membuat fikiran kusut perlahan bisa kembali menjadi tenang..Di tambah sore ini melihat matahari terbenam sesuatu yang sangat senang Diana lihat. “Jangan pernah menyerah.” Hibur Rahmad sambil menyodorkan segelas es kopi kepada Diana. “Anggaplah sebagai pelajaran untuk, mu." Saran Rahmad tersenyum. Lalu perlahan pria itu duduk di samping Diana. “Karena sudah menyembunyikan kehamilan gadis itu?” Diana berpaling menatap wajah Rahmad. Untuk pertama kalianya mata mereka saling beradu pandang dan membuat keduanya seketika menunduk lalu kembali melihat ke lautan yang terbentang luas. “Aku hanya merasa kasihan kepada gadis itu. Dia masih sangat terlalu muda saat kesalahan itu di lakukan bersama teman sekolahnya. Aliza, adalah anak yang lugu sehingg

