“Dokter Firdaus..Sadar! Anda, adalah seorang Dokter dan juga tenaga medis yang banyak di kagumi dan dihormati orang-orang. Apa pantas anda mengebrak meja saya seperti tadi?!” Teriak Diana penuh amarah. Kesabarannya juga ada batasnya. “Jika anda tidak bisa berkata dengan baik. Saya akan berteriak dan menelfon pihak keamanan untuk mengeluarkan anda dari ruangan saya sekarang juga!” Ancam Diana. Membuat Dokter Firdaus yang menjulang tinggi berdiri di hadapan meja kerjanya seketika mengusap wajahnya dan memandang tajam ke arah Diana. “Tolong kamu dengarkan dulu penjelasan saya, Di. Jangan terus-terusan menghindar dari bertemu.” Tatapan nanar Dokter Firdaus dengan bibir bawahnya sedikit ia gigit karena menahan emosinya yang sudah membuncah. Hatinya sakit saat melihat wanita yang ada di had

