Ketika pertama kali bertemu, saat itu Rahmad sedang mengantarkan Ibu nya berobat. Diana tidak pernah membayangkan jika pria itu bisa menjadi orang pertama yang menawarkan persahabatan kepada diri nya. Terlebih akhir-akhir ini semenjak persahabatan terjalain di antara mereka membuat diri nya merasa nyaman saat menghabiskan waktu di sore hari bersama pria itu. terlalu banyak obrolan sehingga setiap pertemuan terasa menyenangkan daripda membosankan. Muhammad Rahmad memang seorang lelaki yang tampan. Sejujurnya, tak ada wanita yang dapat menyangkal ataupun tidak tertarik kepadanya. Dia memiliki semua asset yang dibutuhkan seorang penakluk wanita. Wajahnya tampan dihiasi sebentuk hidung yang mancung dan dagu yang kokoh. Matanya yang memiliki dua butir bola mata berwarna coklat bening, selal

