Happy Reading . . . *** Aku semakin memeluk erat tubuh Tiffany dari belakang disaat aku tersadar dari tidurku. Tubuh polos kami yang saling menempel ini terbalut selimut tebal. Cahaya terang dari luar sana sudah masuk ke dalam jendela kamar yang selalu menjadi saksi bisu di antara kami. Saksi bisu dimana aku selalu membuat Tiffany dapat meneriakkan pelepasannya. Dan di kamar inilah, tempat yang selalu aku pakai untuk menghabiskan malam penuh gairah bersama Tiffany selama beberapa bulan belakangan ini. Malam yang tidak pernah aku lewatkan setiap harinya tanpa b******a dengan Tiffany. Satu malam dimana aku telah menembus miliknya, disaat itulah aku mulai terobsesi dengan tubuh Tiffany. Aku yang tidak bisa berhenti ini selalu merasakan kepuasan akan tubuhnya, dan wanita itu juga tidak

