Another You 17

1171 Words

Happy Reading . . . *** Tawa Selena dan Tiffany pun meledak disaat mereka sedang saling melempar gurauan dan lelucon satu sama lain. Dan sedangkan aku hanya memperhatikan mereka yang sejak tadi tidak habis-habisnya dalam tertawa. Bahkan setelah jam makan selesai seperti saat ini saja, bahan untuk membuat lelucon baru seakan tidak ada habisnya. "Sebaiknya aku kembali ke kantor saja," ucapku. "Nick, jangan pergi dulu. Kita saja belum berbincang," balas Selena. "Bagaimana kau bisa mengajakku berbincang jika sejak tadi saja kau terus tertawa?" "Ayolah, merajuk itu bukanlah sifatmu." "Nick, kau ingin menemaniku di sini dulu, bukan?" Ucap Tiffany sambil menggenggam tangan yang aku letakkan di atas pahaku. Suara dan tatapan mata wanita yang duduk di sampingku seakan menghipnotis d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD