20. Menjadi Satu

1418 Words

Feyra duduk dengan gelisah di salah satu meja bar. Kedua matanya tertuju ke arah dance floor, tetapi benaknya terbang entah kemana. Jemari tangan Feyra tak henti mengetukkan ujung kuku pada permukaan meja. "Rich nungguin kamu?" tanya Mike yang sejak tadi diam mengamati. Feyra terkesiap tak menjawab. Bagaimana Mike bisa tahu, sedangkan Rich hanya berbicara di telinganya? "Iya kan? Nebak aja sih." Feyra terkekeh. "Kayaknya kamu bisa baca pikiran orang. Aku harus hati-hati." Ini sudah lewat sepuluh menit. Sebagian diri Feyra ingin tetap tinggal di sini, sedangkan sebagian lain ingin menuruti kemauan Rich. Feyra tahu, Rich tidak akan benar-benar kembali kesini dan menyeretnya ke dalam kabin. Dia tidak segila itu melakukan semuanya di keramaian. Hanya saja, mungkin Rich kecewa. Namun, bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD