Usai kegiatan mereka di pagi hari tadi, terlebih bagi Senja yang enggan sesenti saja jauh dari Radit kini membebalkan kepalanya. Ia tidak lagi peduli meski Radit akan menegur setelahnya. Ia juga tidak peduli meski mengganggu pekerjaan Radit yang katanya menggunung. Senja mulai tidak suka diacuhkan meski untuk alasan pekerjaan. Sedangkan melihat Radit dengan laptop di atas pangkuannya benar-benar Senja cemburui. Senja juga tidak peduli sekali pun terdengar aneh karena mencemburui sebuah laptop, benda mati yang hanya bisa hidup dengan satu klik tombol power. Pun ketidakpedulian Senja terus berlanjut. Dengan perlahan, kedua tangannya berangsur memeluk perut Radit dengan kepala di d**a suaminya, yang jelas terlihat menyusahkan. Senja tidak ambil pusing. Kepalanya mendongak setelah beberapa me

