Tiga Sembilan

705 Words

Terkadang, air yang diam tidak selamanya menunjukan ketenangan. Ada kalanya riak yang mengiringi. Sama halnya dengan kehidupan yang sudah Radit jalani selama satu bulan ini. Kurun waktu yang telah berjalan setelah pertemuannya dengan sang Romo. Yang Radit pikir semuanya telah selesai namun nyatanya belum. Handoko tetaplah penguasa yang memegang kendali hidup di diri anak-anaknya. Paksaan demi paksaan yang Radit terima mulai tergerus untuk tidak diabaikan. Pasalnya, jika sudah menyangkut soal Senja, Radit akan bersiaga. Lalu Ibunya yang terus mendorong penolakan. Katanya, kamu berhak bahagia. Kalian berhak bahagia. Kalian punya pilihan. Radit paham maksudnya di hari ini. Di mana Romonya bertandang menemui dirinya di tempatnya mengajar—entah siapa yang memberi tahu—Radit yakin orang-orang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD