Beberapa saat hening dengan kekikukkan yang nyata.
“ Ehmmm .... itu di sebelah kanan.” Ditunjuknya papan nama berwarna pink
Raya mengangkat kepala ketika mendengar pintu terbuka ,” Udah dateng kamu. Sebentar biar di ....” ucapannya menggantung melihat sosok yang berjalan di belakang Agastya ,” Eh, hai ... Apa kabar ?”
Rajendra tersenyum, mengulurkan tangannya ,” Baik. Lama gak ketemu ya “
Raya tersenyum ,” Iya .... tapi kamu masih sering ketemu Dude. Duduk dulu .... aku siapin barangnya. Tya ... bantuin aku sebentar.”
Agastya mengikuti sahabatnya ,” Gak usah tanya deh ..... tadi pas kamu telepon dia pas di ruanganku.”
Raya menatap sahabatnya sejenak sebelum memeluk erat melihat kebingungan dan ketakutan di wajah Agastya ,” Yang terbaik buat kalian .... walaupun itu artinya kutukan itu benar.” Lanjutnya sambil tersenyum jahil. Diulurkannya beberapa baju yang tergantung rapi.
Agastya menerimanya sambil cemberut dan tetap diam saat mengikuti Raya keluar.
“ Berangkat aja yuk, udah ditunggu.”
Rajendra berdiri, meraih bawaan Raya ,” Bumil gak boleh angkat berat.”
Raya tertawa senang, meninggalkan sederet pesan pada staffnya sebelum mengikuti dua orang yang berjalan depannya dan saat ini tengah sibuk mengatur baju baju itu agar tidak kusut ... mungkin benar feeling Andra .... dan kelihatannya benar apa yang diduga kak Joey. Kebersamaan kalian begitu alami dan nyata walau dalam diam. Tapi Tya .... sudahkah kamu berdamai dengan dirimu dan masa lalu itu ?
“ Ayoooo.”
Raya tersentak dan membuka pintu belakang.
“ Bumil di depan. Di belakang sempit dan penuh barang. Bisa bengkak kakimu nanti.” Agastya melebarkan pintu depan seraya menepis tangan Raya. Ditutupnya pintu sebelum masuk ke bangku belakang.
“ Sekarang kemana ?”
“ Masih ingat rumah orang tua Andra ?” Raya menggoda Rajendra
Rajendra tertawa ,” kelihatannya masih.” Diliriknya Agastya dari kaca spion.
Raya memperbaiki sikap duduknya, untuk kesekian kalinya menangkap Rajendra dan Agastya bertukar pandang melalui kaca spion ... dan lebih sering lagi melihat mereka curi curi pandang sepanjang perjalanan.