Next Time Ya.....

327 Words
“ Bareng aku aja.” Ditatapnya gadis itu sekilas ,” kita searah ... bahkan rumah kita gak jauh juga sebenarnya.” Sambungnya sebelum Agastya sempat menjawab., Dan Agastya hanya bisa diam, saat Joey mengiyakan ... bahkan sampai Rajendra menjalankan mobilnya, diiringi senyum senang Joey dan Ken. “ Kamu tadi belum makan, kita cari makan dulu yok.” “ Sorry, aku capek banget.” Sahut Agastya dengan kelelahan yang nyata. “ Ok.” ditahannya tangan untuk tidak terulur mengusap wajah lelah itu ,” Next time ya.” Agastya menatap Rajendra sejenak, sebelum segera mengalihkan pandangan mendapati lelaki itu menatapnya dalam Duh ... akan banyak kesempatan lagi bersamamu ... sanggupkah aku bertahan untuk menghindar ? Rajendra memaksakan diri berkonsentrasi pada jalanan yang lumayan padat malam ini. Sesekali diliriknya gadis yang nampak lelah dan gelisah mempermainkan jemari di pangkuannya ,” Kok kita gak pernah ketemu sebelumnya ya, padahal sebenarnya kita dalam lingkungan yang sama.” “ Aku jarang ngikut kak Joey kalo ketemu Ken. Dan aku lagi kuliah diluar waktu kamu jalan ama Andra.” Kenapa aku merasa bukan itu alasannya ?salahkah kalau aku menangkap rasa sakit dimatamu ? ini bukan sekedar alergi popularitas seperti yang Ken bilang .... apa yang membuatmu takut ? Agastya menatap sekilas, merasa canggung dengan diamnya Bagaimana aku harus mengatakannya ? Satu sisi hatiku memaksa berlari, sementara aku juga berharap pada saat yang sama. “ Disini khan ?” Agastya mengangkat wajahnya ,menatap kesal pada pintu masuk apartemen yang sudah didepan matanya ,” Ya, sorry gak nawarin masuk ya.” Rajendra tersenyum, mengangguk pelan ,” Lain kali aja. Kamu kelihatan capek banget, istirahat deh.” Tak tahan, tangannya terulur mengusap pipi yang mendadak merah dan memanas. Agastya mengggit bibir sambil menarik wajahnya perlahan ,” Thanks udah dianter.” Dibukanya pintu ,” Hati hati.” “ Bye.” Rajendra melambaikan tangan dan menjalankan mobilnya pelan, diliriknya spion ... tersenyum melihat gadis itu masih berdiri disana sambil memegang kedua pipinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD