45. Am I Your Destiny?

1109 Words

    Seseorang berjubah hitam melintas di bawah terik mentari. Mengganggu pemikiran-pemikiran Sana yang bersarang di dalam kepala. Fokus gadis itu terpecah. Sana mengamati orang misterius itu dari atas sampai bawah. Wajahnya tak terlihat. Hanya batang hidung dan beberapa senti rambut merahnya yang terlihat. Seketika tubuh Sana bergetar dan wajahnya memucat.     "T-t-tidak mungkin!" desisnya.     Sana perlahan berjalan mundur dengan kakinya yang bergetar. Buru-buru ia masuk ke dalam kamarnya. Ia duduk di kasur dan memeluk lututnya. Kepalanya menggeleng-geleng seraya terus berujar, "Tidak mungkin! Tidak mungkin!".                                                                                                             ...     Han Wol menegakkan kepalanya. Berusaha menatap lurus tanpa ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD