"Agassi, kau sudah sadar?" tanya seorang pemuda yang entah sudah sejak kapan ada di dekatku. Ia membawa sebuah mangkuk dengan asap mengepul. Wajahnya rupawan dan senyumannya begitu lebar bersahaja. Membuat gigi taringnya terlihat jelas. Siapa dia? Apa dia adalah dewa? Atau mungkin pesuruh dewa? "N-nuguseyo?" lirihku. "Aku adalah penyelamatmu Nona Min Han Wol," ucapnya. T-tunggu ... Dia bahkan tau namaku. Sudah jelas ia mungkin dewa atau sejenisnya. "Apa kau dewa?" tanyaku spontan. Ia menampilkan raut wajah kosong. Namun sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak. Aneh. "Hahahahahahahahaha. Benar aku ini dewa. Lalu menurutmu tempat apa ini?" tanyanya seakan berteka-teki. "Surga?" kataku. "Surga? Apa kau sedang mengkhayal Nona Min? Kau bunuh d

