Ia hendak berjalan keluar. Namun tiba-tiba ... Pyarrr! Sebotol tinta yang Han Wol pegang terjatuh. Pecah berderaian tak berupa. Tinta di dalamnya turut keluar. Mengotori hanbok merah jambu yang Han Wol kenakan. Botol itu jatuh tepat setelah seseorang tak sengaja menyenggol bahunya. Han Wol marah. Tentu saja. Bajunya kotor, belum lagi tinta yang baru saja ia beli itu harganya lumayan mahal. Setidaknya kedua hal itu cukup untuk membuat darah Han Wol mendidih. "Ah maafkan aku agassi. Aku akan membelikan yang baru untukmu!" ujar pemuda bersalah itu. Ia hampir saja memaki pemuda yang menabraknya. Namun niatnya itu ia urungkan. Lidahnya terlalu keluh untuk berucap. Bahkan hatinya saja rapuh secara tiba-tiba. Dari balik tudung tipisnya, ia bisa melihat dengan jelas siapa

