Disisi lain, Rayhan sedang menikmati angin malam di balkon rumahnya.
"Apa gue harus lakuin itu ya?" gumamnya.
"Tapi kasian juga anak orang"
"Ck! Ngapain juga mikirin dia! Pokoknya gue harus lakuin itu ke dia supaya dia ga deketin gue lagi!" finalnya dan memasuki kamarnya.
Sesampainya ia dikamar. Rayhan mengambil sebuah kalung emas putih miliknya yang berbentuk gembok kecil diatas meja belajarnya.
"Lo dimana sih La?" tanya Rayhan sambil menatap kalung itu dengan sendu.
"Gue kangen sama lo"
"Jujur, selama in gue masih sayang sama lo, La" lirihnya.
"Gue janji, gue bakal tetep cari keberadaan lo!"
• • • • •
05:30
Dipagi harinya, Keyra sudah siap dengan seragam sekolahnya. Tak lupa ia membawa kotak bekal berisi roti bakar seperti yang ia janjikan pada Rayhan semalam.
"Roti bakar udah. Masak buat mama udah. Cuss kita sekul ahayyy!" girangnya.
"Morning mamskiii!" sapa Keyra pada Hana yang sedang menonton acara televisi di ruang tamunya. Hana melirik Keyra sekilas.
"Makanan nya udah aku siapin ya mah, mamah tinggal makan aja nanti"
"Hm"
"Yaudah Lala ke sekolah dulu ya mah!" Keyra menyodorkan telapak tangannya dan berniat menyalimi Hana. Tak ada balasan. Pandangan Hana tetap terfokus pada acara televisi yang sedang ia tonton dengan ekspresi datar nya. Alhasil Keyra mencium pipi kanan Hana.
"ASSALAMUALAIKUM!" pamit Keyra sambil berteriak dan berlari keluar dari rumahnya lalu menaiki sepeda miliknya.
• • • • •
"Sepi amat etdah" gumamnya saat ia berjalan di koridor sekolahnya.
Cklek
"Astagfirullah! Jurig mana maneh?!" Keyra terkejut saat pandangan nya menangkap wajah datar dan dingin milik Rayhan yang sedang duduk di tempat duduknya.
"B-bubu tumben kesini pagi pagi, ada apa gerangan?" tanya nya.
"Gue mau ngomong sama lo" jawab Rayhan.
"Mmm.. bisa gak ngobrol nya diluar aja? Takut aja kalo tiba tiba kita masuk akun lambe sekolah" tawar Keyra.
Perlahan Rayhan menghampiri yang terdiam di ambang pintu dengan pandangan nya yang tetap menatap mata gelap milik Keyra.
"Its our privacy" bisik Rayhan tepat di telinga Keyra.
Tubuhnya menegang kala Rayhan membisikan kalimat tersebut dengan posisi tubuh mereka yang sangat dekat.
"O-oke"
"Jadi, lo mau jadi pacar gue?" tanya Rayhan.
"HAH?!" Keyra terkejut saat Rayhan tiba tiba menanyakan pertanyaan yang selama tiga tahun ia nantikan.
"Ga ada pengulangan"
"K-kamu serius?! Ini mimpi ga sih? Plis kalo ini mimpi gue ga mau bangun sekarang!" Keyra memukul pipinya yang sudah merona.
Rayhan mencubit hidung dengan gemas.
"AWW!" ringis Keyra.
"Gimana?"
"JADI INI GA MIMPI?!"
"Jadi?" tanya Rayhan sambil mengangkat satu alisnya.
"AKU MAU!" jawab Keyra dengan antusias.
Rayhan tersenyum miring. "Dasar murahan!" batinnya.
"Oh iya, bekel buat aku udah kamu bawa?" tanya Rayhan.
"Aku?" ulang Keyra.
"Ga boleh nih?"
"Eh! Boleh kok! Malahan aku seneng bangettt!!"
"Yaudah mana?" Rayhan menyodorkan tangan kanan nya.
Keyra membuka tas ransel miliknya lalu mengeluarkan sebuah tempat makan berwarna merah dan menberikan nya kepada Rayhan.
"Nih"
"Thanks ya. Nanti jam istirahat aku kesini lagi kita ke kantin bareng"
"Beneran?!" tanya Keyra.
Rayhan mengangguk. "Yaudah aku ke kelas dulu. Belajar yang bener!" pamitnya sambil mengacak pelan rambut Keyra.
Deg.
Matanya membulat sempurna. Tubuhnya kaku. Pipinya semakin bersemu. Tak lupa detak jantungnya yang berdetak tak beraturan. Dengan keadaannya yang seperti ini ia berjalan menuju tempat duduknya.
"DUARRR!"
"MEM- ASTAGFIRULLAH!" Keyra terperanjat saat seseorang menepuk pundaknya dan berteriak tepat ditelinganya.
"BWAHAHAHAHA ADUH SAKIT BANGET PERUT GUE HAHAHAHAHA" gadis itu terbahak sambil memegang perutnya.
Keyra memasang wajah datar dan menatap gadis tersebut dengan sinis. "Lucu?"
"BANGETTTT! HAHAHAHA 100% LO COCOK JADI MODEL POSTER SUZANA!
"Kurang ajar lo ye! Gue doain koleksi tongkat Harry Potter lo patah semua!"
"Yah jangan doain gitu dong! Mahal tau gue beli gituan ampe ga jajan sebulan gue" mohonnya.
"Nyenyenye" ejek Keyra.
"Btw tadi ngapa lo bengong bengong gitu?"
Wajah murung Keyra pudah, digantikan dengan senyum sumringah. Ia berdiri dari duduknya dan langsung memeluk erat tubuh sahabatnya.
"NAYONGGGG!! GUE SENENG BANGET HARI INIII!!" girang Keyra.
"I-iye iye kenapa sih?"
"RAYHAN NEMBAK GUE NAYYYY!!" girang Keyra.
"HAH?!" gadis itu langsung melepaskan pelukannya. "SERIUS?! KOK BISA?!"
"Cinta bisa dateng tiba tiba bro" sombongnya sambil merangkul Naya.
"Ga halu kan?" Naya memastikan.
"Awalnya juga ngira ini mimpi, tapi pas dia cubit idung gue beuhhhh GA NYANGKAAA!!"
"Tapi feeling gue gaenak" gumam Naya.
"Ga enak gimana sih?"
"Nih ya, selama tiga tahun terakhir gimana sikap dia ke lo? Cuek kan?" tanya Nayya. Keyra mengangguk.
"Kasar kan?" tanyanya lagi. Keyra mengangguk.
"Terus kenapa dia bisa bisanya nembak lo tiba tiba? Ga mikir lo?"
"Cinta bisa dateng tiba tiba dan cinta ga butuh alasan Nay!" bentak Keyra.
"Tapi semuanya butuh proses Key! Mie yang katanya instan aja butuh direbus biar bisa dimakan!. Sayang boleh! g****k jangan!" bentaknya balik.
Keyra menitihkan air matanya. Naya akan selalu menjadi agresif bila ia membahas yang berkaitan dengan Rayhan.
Naya mengehela napas kasar. Sulit baginya menyadarkan Keyra yang sudah dibutakan oleh cintanya terhadap Rayhan. Dengan perasaan bersalah ia memeluk tubuh sahabat nya dan mengelus pundak Keyra dengan lembut. "Sorry Key gue maksud buat ngebentak lo tadi" mohon Naya.
"Bisa ga sih lo bikin gue seneng hari ini aja Nay?! Gue tau maksud lo baik! Tapi biarin gue bahagia dengan cara gue sendiri!" isak tangis Keyra pecah dipelukan sahabat kecilnya.
"Yaudah gini aja, mulai sekarang lo bebas sama Rayhan. Terserah lo bedua mau ngapain. Tapi inget! Kalo dia nyakitin lo lagi lo harus bilang sama gue!". Keyra mengangguk.
"Dah jangan nangis lagi. Nanti jeleknya luntur". Naya melepas pelukannya dan menghapus sisa air mata di pipi Keyra.
"Nangis lagi nih! HUAAAA!!" dengan sigap Naya membekap mulut Keyra.
"Ssttttt! Anak anak pada ngeliatin kita tuh!" bisik Naya. Keyra menghempaskan tangan Naya dengan kasar.
"Huwekkk tangan lo bau banget gila! Abis ngapain sih lo?!" Naya terkekeh sambil menggaruk tengkuk nya.
"Tadi ada panggilan alam, tapi serius gue udah cebok kok! Tapi tadi ga ada sabun jadi ya gitu dehh" jelas Naya.
"HUWEKKK! PANTESAN BAUNYA FAMILIAR! BAU t*i TERNYATA!"
"Sstttt! Ember banget sih mulut lo!" bisik Naya.
"Eh Key, temenin gue ke toilet yuk kayaknya ada ronde ke dua nya nih gakuat gue!" lanjutnya sambil menarik tangan Keyra menuju toilet.
• • • •
"Key, kita udah lama loh disini perut gue dah bunyi nih daritadi!" pinta Naya. Keyra menghela napas nya kasar.
"Yaudah deh yuk!". Baru saja di ambang pintu. Mereka dikagetkan dengan kedatangan Rayhan yang ingin memasuki kelas mereka.
"Astagfirullah!" ucap mereka berbarengan. Naya memutar bola matanya malas. Ia yakin sebentar lagi akan ada drama pasaran yang biasa ia lihat di telivisi.
"Kok telat sih! Aku nungguin kamu tau sampe nahan laper gini!" rengek Keyra.
Rayhan menggaruk tengkuk nya. "Tadi disuruh bu Yanti balikin buku ke perpus jadi telat deh. Maaf ya" mohon Rayhan.
"Iya deh, yuk ke kantin nanti keburu masuk!" ajak Keyra sambil menggandeng tangan Rayhan dan meninggalkan Naya seorang diri.
"Gue sendirian gitu ke kantinnya?" tanya Naya pada dirinya sendiri.
"Tenang! disini ada aa Juna yang stay 24 jam buat neng Naya ayang nya aa Juna seorang ihiwww". Naya mengusap wajah nya kasar.
"Emangnya lo klinik? Bisa ampe 24 jam?" tanya Naya.
"Mmm...sebelas dua belas lah! Tapi bedanya kalo klinik kan untuk umum, kalo aku untuk kamu hiyaa hayukkk!" goda Juna.
"Bisa aje lu paku limbad!" ejek Naya. Juna terkekeh.
"Jadi gak nih?" tanya Juna sambil mengulurkan tangan nya. Naya melirik sekilas telapak tangan Juna lalu meninggalkan Juna sendirian.
Juna tak mundur begitu saja. Ia mengejar Naya dan langsung merangkul bahu Naya.
"Lepas ga?!" tegas Naya. Bukannya melepas rangkulan nya, ia malah mempererat rangkulan nya. "Masa kita kalah sih sama si bos tuh liat!" ucap Juna sambil menunjuk Rayhan dan Keyra yang berada di ujung koridor.
• • • •
"Kamu mau pesen apa? Biar aku yang kesana" tanya Keyra. Rayhan mendongak lalu tersenyum dan menarik tangan Keyra pelan.
"Gausah, aku kesini cuma mau makan ini sama kamu" jawab Rayhan sambil memperlihatkan kotak makan milik Keyra.
Keyra tersipu malu. "Yaudah. Aku suapin mau?" Rayhan mengangguk.
"Eh ada pesawat mau mendarat nih! Bandaranya buka dong!" perintah Keyra sambil memainkan roti yang ia pegang.
Rayhan terkekeh pelan lalu menerima suapan dari Keyra. "Pinter anak mamah!" puji Keyra.
Tentu saja perlakuan Keyra mengundang perhatian seluruh isi kantin dan bisik bisikan para penggemar Rayhan yang menjelek jelekkan Keyra.
Ting.
08xxxxxxxx
Cie yang baru jadian. Selamat ya! Tapi gue jamin hubungan kalian ga akan lama.