Napas Darrel seperti berhenti ketika Calandra tidak menunjukkan reaksi apa pun. Jika sampai Calandra marah, kali ini ia sudah tidak punya harapan apa pun lagi untuk berdamai. Akan tetapi, setelah terasa berabad-abad lamanya, istrinya itu tiba-tiba saja terkekeh dan kembali menyuapi Xander. “Tante nggak cantik ya?” tanya Calandra. “Cantik,” kata Xander sambil menyambut sendok yang diberikan Calandra. “Tapi tadi katanya Mama yang cantik,” goda Calandra. Xander mengunyah makanannya, lalu kembali bicara. “Mama yang paling cantik.” Mendengar jawaban bocah itu, Calandra kembali terkekeh. “Iya, mamanya Xander memang yang paling cantik.” “Anak kecil pasti akan selalu bilang mamanya yang paling cantik,” ujar Agustian. “Iya, Pa,” sahut Calandra tersenyum. “Darrel waktu masih kecil dulu jug

