Chapter 9

1137 Words

BAB 10 BULAN MADU 1 Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menyimpan semua ini. ----- Jam 12 siang, kami sampai di rumah. "Mas, emang nggak berlebihan ngasih Zahrah rumah lagi?" tanyaku bersandar pada sofa ruang tamu setelah mandi, ganti baju, dan shalat duhur. Mas Reza mengernyit ke arahku, ia selalu gagah memakai baju koko putih dan sarung warna senada, ketika pergi dan pulang dari mesjid. "Maksud Zahrah, apa nggak diganti aja pakai nama Caca?" ujarku lagi mendetailkan maksud. Ia menatapku, pun aku membalas tatap lelaki aneh itu. Toh, buat apa memberi rumah kalau akhirnya ia akan pergi bersama mantannya. Bukankah selama kita berusaha rejeki tak perlu dikhawatirkan? Dan selama nafas di tenggorokan, pintu langit masih terbuka untuk menurunkan rezeki dan menaikkan amal setiap ham

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD