Chapter 14

1145 Words

BAB 15 RAGU 2 Setelah melihat kedekatatan dan laku mereka yang berkali-kali. Kenapa aku masih takut kehilangan lelaki pembawa kekacauan itu? ------- "Mas, lagi di mana?" Kuberinisiatif menelpon Mas Reza. Walau suara mulai terdengar serak. Namun, harus tetap tenang. Kalau pun mereka terbukti seperti apa yang terpikir di otak, aku harus menunjukkan bahwa dunia takkan hancur oleh sebuah kecurangan. "Di jalan," jawab lelaki pencipta gulana itu di seberang. "Mau kemana? Maksudku arah mana? Zahrah juga sementara di jalan mau pulang, siapa tahu bisa ketemu, sekalian bareng belanja dapur," tanyaku menjadikan dapur alasan, padahal stok masih tersedia dua hari lagi. Sebenarnya ingin sekali bertanya, "Dengan siapa?” Entah kenapa aku takut memikirkan jawabannya. Ya, Rabbi .... Setelah melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD