Sakit Perut!

1150 Words

"Tenangin diri lo," ujar Leo menatap Clarisa. "Gimana gue bisa tenang sih? Lo enak cuman nyuruh doang, sedangkan gue di sini tekanan batin!" balas Clarisa berteriak. "Selain tenangin diri sendiri emang lo tau apa yang harus lo lakuin? Enggak, 'kan? Lo berhak marah, tapi dalam kondisi seperti ini itu bukan saatnya," kata Leo. "Lo harus ingat satu hal, nyokap lo juga butuh waktu. Kehilangan orang terkasih itu luar biasa menyakitkan. Lebih parahnya lagi tentang hal melupakan, karena itu gak semudah saat kita membalikkan telapak tangan. Jangan egois lo jadi orang, biarin nyokap lo merasa tenang dulu," lanjut cowok itu mencercanya habis-habisan. Clarisa menghela napas berat, mengacak rambutnya sendiri frustasi. "Terus gue harus apa?" "Lo gak dengar gue tadi ngomong apa?" "Leo, please.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD