"Why are you so stubborn?" tanya Aluna Laurie sang bunda yang sudah mulai jengah. Putri sulungnya ini memang sangat keras kepala, gak beda jauh sama suaminya. Mereka berdua itu gak bisa disatukan, karena dari mereka selalu saja ingin menang sendiri. Clarisa diam menyantap selembar roti selai cokelat di meja makan, sama seperti yang dilakukan Nathan dan adiknya. Luna yang merasa diabaikan menoleh pada Nathan agar suaminya itu melarang Clarisa untuk tak pergi ke sekolah hari ini. "Yah, beri tahu anakmu buat jangan keras kepala. Kesehatannya masih terlalu buruk," ujar wanita itu dengan raut wajah khawatir. "Biarin aja, Bun. Lagian Clarisa itu kuat, sakit sedikit gak masalah," balas Nathan santai sambil menyesap kopi hitamnya. "Ayah ...." "Bunda tenang aja, Kakak gak kenapa-kenapa," k

