"Gua ngelarang lu main sama cowo bukan karena gue mau ngekang lu. Tapi seumur hidup gua jadi cowo, gua tau akal cowo gimana." Radit berujar dengan tampang serius. "Mantep gak tuh?" lanjutnya lalu terkekeh. Saat ini mereka sedang berbalas kalimat sok berarti di hadapan perempuan. Padahal aslinya mereka sedang duduk berhadapan sesama jenis, tak ada satu pun lawan jenis di dekat mereka. Biasanya kalau sudah begini rata-rata manusianya lagi pada gak ada kerjaan istilah lainnya gabut gitu. "Mantap sekali kawandd!" seru Putra heboh sendiri. Kemudian dia nyengir saat dipelototi sama Sauqy yang terganggu akibat geraknya yang terlalu lincah hingga meja belajarnya jadi kegeser. Gion mengusap wajah Radit dengan tangannya sedikit kasar hingga berakhirlah satu tabokan di bahu yang ia dapatkan.

