Keesokan paginya Lody bangun lebih pagi dari Levi. Meski tidur larut tidak lantas membuat kebiasaan bangun paginya terlupakan bagitu saja. Dilihatnya Levi masih terlelap dalam tidurnya. Sepertinya laki-laki itu tidur dengan sangat nyenyak. Tanpa mengganggu levi yang sama sekali tidak terganggu bahkan jika ada gempa melanda di sekitar rumah ini, Lody bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi sembari menguap beberapa kali. Sebenarnya Lody masih merasa kurang tidur. Tapi dia sudah tidak bisa tidur lagi. Pikirannya masih terus berkecamuk memikirkan persoalan semalam. Setelah cuci muka dan menggosok gigi Lody memutuskan keluar kamar untuk melihat situasi pagi di rumah ini. Namun langkahnya tertahan dengan suara ponsel milik Levi. Ada rasa ingin tahu yang begitu besar tumbuh dalam diri L

