Hingga pada suatu hari kami kedatangan 2 orang tamu yang mengaku-ngaku sahabatnya Vina. Satu diantaranya menggunakan masker, tapi maklum sekarang kan masih masa pandemi.. Tidak perlu menaruh kecurigaan sedikitpun dengan kedua wanita tersebut. "Saya turut merasa kehilangan. Kalau boleh tahu, apakah Mbak menyaksikan mobil Vina terbakar waktu itu?" Itu sudah pertanyaan biasa. Salah seorang dari mereka bertanya padaku .Aku tetap dengan pendirian berusaha untuk meyakinkan orang-orang bahwa Vina memang telah mati. Semua orang telah mempercayai semua keterangan yang kuberikan. Sengaja aku pasang wajah sesendu mungkin . Supaya semua yang hadir semakin percaya. Inilah tujuanku, membuat orang-orang percaya. Jika orang banyak percaya maka mereka semua akan berpihak kepadaku. Pendukung itu perlu

