Aku termangu dengan apa yang kulihat. Karangan-karangan bunga itu berasal dari mana-mana. Dari perusahaan-perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan tempat Ferdi bekerja, maupun Dari staf kerja perusahaan tempatnya sendiri bekerja. "Ayo, Mbak kenapa harus bengong. Ayo turun. Ini benar-benar rumah Mbak kan? pasti ada sesuatu di sini. Lihatlah karangan-karangan bunga ini begitu banyak." "Kau benar Alin. Senua orang di sini menganggapku telah mati. Lihat semua karangan bunga itu, semua bertuliskan bela sungkawa yang di tuju terhadap kematianku" Aku tidak tahan mengalirkan airmata. Kondisi kesehatanku yang baru saja membaik rasanya kembali drop dengan semua ini. Ku lihat ada beberapa mobil terparkir di depan rumahku. Sepertinya ada tamu yang datang. Mungkin juga untuk mengucapk

