Hari ini Ardhito berangkat agak siangan ke rumah sakit karena jadwal prakteknya memang dimulai agak siang hari. Pria itu mengernyit ketika sepertinya ia tidak melihat Angger keluar dari kamarnya, padahal sedari tadi ia terus bolak-balik dari kamarnya menuju dapur. Namun, sampai sekarang Angger tak kunjung keluar kamar, tak biasanya Angger seperti itu karena biasanya wanita itu akan bangun lebih dulu dari dirinya untuk menyiapkan sarapan mereka. Ada sedikit rasa khawatir di hatinya ketika semalam ia mengingat kalau Angger sempat kehujanan. Mungkinkah wanita itu sekarang ini jatuh sakit? Jika memang iya, maka pasti dirinyalah yang akan disalahkan oleh pihak keluarganya karena tidak becus menjaga Angger. Ardhito mondar-mandir di depan pintu kamarnya, sesekali menatap pintu kamar Angger yang

