Irish membuka pintu ruangan kerja Sara, dan menemukan gadis itu tengah duduk termenung sejak tadi. Setelah Sara menceritakan kejadian yang dialaminya semalam, Irish merasa kesal dengan pelaku yang mencampur obat itu pada minuman pesanannya. Dia yakin sekali kalau yang melakukan itu adalah orang suruhan Irena, tapi sayang mereka tidak punya bukti kuat untuk membuktikannya. "Dia hanya menyampaikan permohonan maaf karena tidak datang menemuimu semalam," ujar Irish berjalan menuju sofa panjang dan menjatuhkan pantatnya di sana. Sara mengembuskan napas lelah. Dia sedang tidak ingin bertemu Irena, bahkan membalas pesan chatnya pun dia malas. "Aku kok, yakin banget kalau dia yang udah jebak kamu, Sar," kata Irish dengan mimik serius. "Andai itu benar, sudah aku tuntut dia, Rish," keluh Sa

