Mood

1214 Words

Alisha menahan senyumnya tatkala mendengar kekesalan Evan. Dia sengaja mengalihkan wajahnya ke arah lain, tidak ingin memandang pria itu. "Aku mau telepon dulu," pamit Evan yang beranjak bangun dari kursi plastik yang di dudukinya dan melangkah keluar. Kemudian, Alisha kembali melanjutkan pekerjaannya mengolah adonan. Kurang dari satu jam kemudian, Evan kembali lagi ke toko. Pria itu membantu Alisha membuat cake, dia tertarik dengan cara wanita itu mengolah bahan-bahan dasar kue. "Kamu kerja sendiri?" tanya Evan, karena ini sudah hampir jam sembilan pagi dan tidak ada yang datang lagi selain dirinya. "Ada pegawai paruh waktu. Dia datang jam sepuluh nanti sampai jam tiga," balas Alisha. "Kamu gak kerepotan, ngerjain ini semua sendiri?" Evan berucap dengan meninggikan suaranya. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD