Kian hari bukannya kian tenang malah bertambah rewel saja. Aruni terus- terusan menanyakan keberadaan Papanya. Dira jadi tidak tega melihat putrinya yang begitu merindukan sang Papa. Begitu cepat perasaan mereka saling bertaut sehingga perpisahan tersebut menjadi begitu berat bagi keduanya. Mungkin karena selama tinggal bersama Zachary sangat memanjakan anaknya dan juga selalu bersama siang dan malam. Maklum saja, saat tinggal di kampung Zachary memang tidak disibukkan oleh rutinitas pekerjaannya makanya dia punya banyak waktu. " Bagaimana ini, nek? Dira bingung jadinya." keluh Dira pada Nek Romlah. " Apa tidak sebaiknya kamu susul saja suamimu kesana? Kalau Toko yang membuatmu berat bisa Nenek urus berdua sama Anik." " Bagaimana ya, Dira bukannya tidak mau tapi mungkin saja kehadiran k

