Thinking

1337 Words

" Hei..." sapa Kiran ketika mendapati Abian berdiri di depan pintu masuk gedung dimana Kiran mengirimkan alamatnya. " Udah selesai?" " Udah. Yuk..." jawab Kiran sambil berjalan di samping Abian menuju parkiran mobil Abian. " Kamu udah dari tadi?" sambung Kiran. " Nggak kok. Baru aja. Itu apaan?" tanya Abian melihat Kiran memegangi sebuah buket bunga berwarna putih. " Oh ini... Buket pengantin tadi." jawab Kiran dengan santai dan menyambut uluran tangan Abian yang hendak menggenggamnya. " Kamu ikut rebutan buket?" " Ya nggak lah... Tapi tadi pas pengantinnya lemparin buket ini, malah jatuh pas di kaki aku yang kebetulan cuman lewat aja. Kan nggak mungkin aku tendang." " Lalu? Gimana menurut kamu?" tanya Abian cemas. " Apanya? Abian, aku nggak akan minta kamu melamar aku hanya kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD