Chapter 38

1025 Words

Nahwa mengguncangkan tubuh Rezky yang sudah berbaring. Bukankah saat ini yang diperlukan adalah bukti, lalu kenapa orang itu malah bersiap untuk tidur. Menyebalkan sekali. "Mas Rezky, kamu kenapa tidur sih? Bukankah tadi berjanji untuk memberiku bukti?" rengek Nahwa dengan tangan yang mengguncangkan tubuh Rezky. Rezky menatap Nahwa yang memberikan tatapan intens ke arahnya. "Kamu minta bukti, dan aku sedang memberikannya saat ini." "Bukti yang bagaimana yang kamu maksudkan itu, Mas? Tidur?" "Iya, sayang. Mas capek banget, mending kamu sini," ucap Rezky dengan tangan menepuk bantal di sampingnya. Rezky terpaksa melakukan itu semua, karena berisik juga harus mendengar rentetan kalimat pertanyaan yang keluar dari mulut Nahwa. Dan semua itu, seperti orang yang mencurigainya. Rezky

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD