Chapter 25

1015 Words

Violet tertawa mendengar ucapan konyol dari sahabatnya tersebut. Bagaimana mungkin, hal yang sudah menjadi masa lalunya, kerap dibahas seperti ini? Ah, ini sama sekali tidak menghargai Nahwa yang sudah berstatus istri resminya. Baik dalam negara, ataupun juga agama. "Kalian ini, masih saja bahas tentang dia. Sudahlah! Masa lalu itu ... dilupakan." Violet memilih untuk memakan hasil masakannya. "Iya, iya. Masa lalu," cibir Mentari pada Violet. Violet hanya menganggapinya dengan satu anggukan. Masa bodoh dengan apa yang ada di pikiran para sahabatnya tersebut, karena jalannya masih panjang dan sangat tidak perlu memikirkan yang tidak seharusnya. Trias diam dan tak mau mengikuti apa yang dibahas oleh mereka. Rasa makanan ini terlampau menghipnotis dirinya, dan membiarkan mulutnya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD