Chapter 72

1018 Words

"Aku percaya kalau kamu tidak akan bermain aneh-aneh di luaran sana, tapi hatiku ini entah kenapa sangat gelisah sekali belakangan," ujar Nahwa, menjelaskan perasaannya sekarang pada Rezky yang memperhatikan dirinya dalam berbicara. Rezky diam saja, tidak menanggapi ucapan istrinya tersebut. Apa yang dikhawatirkan itu, sudah terjadi dan percuma saja, pikirnya. "Sudah, sekarang lebih baik kita pergi tidur dan lupakan tentang mimpimu itu," putus Rezky, memadamkan lampu kamar, dan setelahnya naik ke atas tempat tidur. Nahwa sendiri masih terdiam dan termenung untuk memikirkan perihal perasaannya sekarang ini. Ia tidak bisa memungkiri kegelisahannya yang sedang tidak menentu. Jika sekarang Rezky bisa tidur dengan nyenyak, lain halnya dengan Nahwa yang masih berpikir tentang arti mimpin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD