Tampan

1197 Words

Baru saja Sherena berharap apa yang dialaminya tadi hanyalah sebuah mimpi, tapi sayangnya kertas yang ada di tangannya mengatakan lain. Mempertegas sekali lagi kalau semuanya benar. "Apa yang harus aku lakukan? Jujur atau apa?" gumamnya lirih. Meremas kuat kertas hasil pemeriksaan. "Jujur?" Sherena mengerjap. Berpikir ulang tentang kata jujur, yang sempat didengarnya dari Abdi. "Boo?" Tatapannya mencari keberadaan Abdi. Seingatnya tadi ia tidur di dalam pelukan Abdi. Tapi …. "Kenapa justru keberadaanmu yang merupakan mimpi? Kenapa bukan hasil tes sialan ini!" gerutunya, putus asa dengan semua kenyatan yang ada. Sherena kesal dan marah kepada dirinya sendiri. Tidak mampu memberikan yang terbaik dan menjadi istri sempurna bagi Abdi. Sedangkan Abdi? Melakukan banyak hal demi membahagiak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD