Queen...." Acacia mengerjapkan matanya ketika Jullian memanggilnya. Sudah tiga kali Jullian memanggil, tapi Acacia tidak meresponnya karena ia sibuk memikirkan perkataan redoft tadi. "Ahh, ya. Maaf, Lord," sesal Acacia, tersadar dari lamunannya. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Jullian, Acacia mengangguk. "Ya. Tentu saja, Lord," jawab Acacia. Jullian menghembuskan nafasnya. "Jangan terlalu kau pikirkan tentang perkataan redoft tadi, Queen," ucap Jullian lembut, Acacia hanya mengangguk dan tersenyum manis sehingga senyumnya menular kepada Jullian. "Maaf, Lord. Lebih baik kita mencari tempat beristirahat terlebih dahulu," ucap Rose, karena mereka sudah berjalan berjam-jam sedari tadi. Jullian mengangguk. " Kita beristirahat di sini saja. Karena tempatnya tidak terlalu buruk," ucap

