Masih menatap tidak percaya kepada benda di genggamannya. Pria itu mengedip-ngedip, sangat luarbiasa tidak percaya sama sekali. Sudah setengah sembilan pagi dan sudah terhitung lima belas menit pria itu mematung di sana. Menghebuskan nafas kasar berkali-kali. Lalu badannya melorot di kursi malas itu. Frustrasi. Anna melirik Gio dari balik punggungnya. Ini kali ke sembilan -yang dihitungnya- pria itu menghela nafas kasar. Sebentar-sebentar berdiri, sebentar-sebentar duduk lalu kembali mengecek Ipad-nya. "Di cek berapa kali pun emailnya bakalan tetap sama kok."Ucap Anna mendengar Gio menghela nafas kasar untuk ke sepuluh kalinya. "Insane. Kenapa Papa seenak jidatnya aja?" Teriak pria itu, lalu kembali menghela nafas. Seolah-olah ruangan ini benar-benar kekurangan oksigen untuk di hirup.

