Chapter X

1172 Words

“I’m pregnant.” Boni menghitung hingga sepuluh, membiarkan Kun mencerna dua kata tersebut.  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8…. Hitungannya bahkan belum beranjak ke angka sembilan ketika Kun tiba-tiba lari tunggang langgang meninggalkannya sendirian di tengah keramaian. Bonita tidak menangis melihat reaksi Kun karena ia sudah tahu bakalan seperti itu, ia hanya menarik napas panjang-panjang, memohon agar rasa sakit di hatinya yang teramat sangat agar berkurang pedihnya. Akan tetapi, semakin lama ia berdiri di sana, semakin sesak pula napasnya, semakin banyak air mata yang tergenang. Sumpahnya untuk tidak menangis bisa berakhir di detik itu juga. Ada yang meneriakkan namanya. Pandangannya yang mengabur kesusahan menangkap siapa yang kini tengah berlari ke arahnya. Seperti p****g beliung, Kun hampir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD