Chapter 24

1693 Words

Arlan hanya duduk di pinggir lapangan, melihat Arkan yang kini tengah begitu asyik bermain basket. Sebenarnya Ia sangat ingin ikut bermain, tapi itu tidak mungkin. Nekat bermain secara tidak langsung bisa membocorkan penyakitnya nanti. Arlan merindukan Gilang. Dulu biasanya mereka bermain bersama. "Dek, ayo main!" ajak Arkan. Arlan menggeleng cepat. "Ayolah, seru tahu!" Arkan berseru semangat sembari mengusap keringatnya. "Nggak bisa main basket, A." "Aa ajarin, ayo!" Arkan langsung menarik Arlan ke lapangan, tanpa memberi kesempatan untuk Arlan bicara. Arlan kini sudah ada di tengah lapangan bersama teman-temannya yang lain. Bersiap pada posisinya untuk segera bermain, tetapi sepersekian detik sebelum menyentuh bola, seorang gadis berlari ke lapangan lantas menyeretnya menjauh. "Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD